Baca Remaja Sula baru bicara
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 April 2010

SMA Negeri 1 Semarang

SMA Negeri (SMAN) 1 Semarang, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 1 Semarang ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Didirikan pada tahun 1949.

Pada tahun 2007, sekolah ini menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebelumnya dengan KBK.

Fasilitas

Berbagai fasilitas dimiliki SMAN 1 Semarang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Fasilitas tersebut antara lain:

Ekstrakulikuler

SMA Negeri 1 memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya,

SMA Negeri 1 Semarang
Informasi
Didirikan 1949
Jumlah kelas 26 kelas setiap tingkat
Program jurusan IPA dan IPS
Rentang kelas X, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS
Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jumlah siswa 1011 siswa (27 siswa per kelas)[rujukan?]
Alamat
Lokasi , Jawa Tengah

SMA Taruna Nusantara

Taruna Nusantara (biasa juga disebut Tarnus atau TN) adalah sebuah Sekolah Menengah Atas berasrama yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Sekolah ini dikenal dengan penekanan pada nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan semi militer, di samping berbagai prestasi akademik dan kepemimpinan.

Taruna Nusantara dapat diartikan sebagai "pemuda dari seluruh pelosok pulau" (taruna = pemuda, nusa = pulau). Kata Taruna sendiri biasa dipakai untuk menyebut siswa AKABRI. SMA Taruna Nusantara menjaring siswa berprestasi lulusan SMP atau sederajat dari berbagai golongan strata ekonomi dan sosial.

Sejarah

Ide pembuatan sekolah ini dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu, Jenderal LB Moerdani pada tanggal 20 Mei 1985 di Pendopo Agung Taman Siswa Yogyakarta. Dia mempunyai visi untuk membangun sekolah yang mendidik manusia – manusia terbaik dari seluruh Indonesia dan menghasilkan lulusan yang dapat melanjutkan cita-cita para Proklamator. Ide ini diteruskan dengan menandatangani MoU antara TNI dan Taman Siswa, yang merupakan organisasi kependidikan pertama di Indonesia, untuk membuat suatu lembaga bernama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Lembaga ini merupakan kristalisasi dari visi Jenderal Moerdani yang selanjutnya akan mengawasi proses pelaksanaan sekolah ini.

Sekolah ini diresmikan oleh Pangab saat itu, Jenderal Try Sutrisno pada tahun 1990. Kampus yang menempati lahan seluas 18.5 hektare dan terdiri dari komplek akademis, asrama siswa dan komplek perumahan pamong (guru) ini merupakan sumbangan dari Akademi Militer yang berlokasi tidak jauh dari tempat itu. Selama 6 tahun pertama, Taruna Nusantara hanya menerima laki-laki sebagai siswanya dengan jumlah sekitar 245 orang. Namun mulai tahun 1996, LPTTN membuat kebijaksanaan baru dengan menerima angkatan putri pertama sebanyak 70 orang. Untuk mengakomodasi perubahan ini, area sekolah inipun diperluas menjadi 23 hektare.

Untuk menarik pemuda-pemudi terbaik dari seluruh strata sosial, LPTTN menawarkan beasiswa penuh kepada pelajar yang diterima dengan dukungan dana dari TNI yang mempunyai latar belakang politik dan keuangan yang kuat. Para tenaga pengajar (pamong) juga mendapat gaji yang di atas rata-rata serta fasillitas lainnya. Namun, setelah krisis ekonomi dan perubahan politik di tahun 1997, LPTTN mengalami kesulitan keuangan sehingga pada tahun 2001 menghentikan kebijakan beasiswa penuh ini. Sekarang, pelajar terpilih yang mempunyai kesulitan keuangan tetap mendapatkan beasiswa yang diberikan baik oleh individual, perusahaan, maupun pemerintah daerah.

Walaupun sekolah ini sering disebut sebagai sekolah semi-militer, kurikulum yang digunakan tidak 100% dari militer. SMA TN memakai sistem kurikulum yang dibuat oleh Depdiknas sehingga bisa dibilang SMA TN sama dengan SMA lainnya. Tetapi, ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok seperti kesatuan dari seluruh elemen pendidikan dan sistem yang khas yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari serta kegiatan sekolah pada umumnya. Bertolak belakang dengan kepercayaan umum, lulusan sekolah ini tidak punya kewajiban untuk memilih militer sebagai kelanjutan pendidikannya. Bahkan, sebagian besar lulusan SMA TN melanjutkan pendidikannya di sekolah non-militer, walaupun bisa dikatakan kalau yang memilih militer sebagai kelanjutan studinya jauh lebih besar dari SMA lain pada umumnya.

Kegiatan Ekstrakurikuler

Untuk menyalurkan bakat para siswa di berbagai serta melatih jiwa kepimpinan mereka, pihak sekolah menyediakan berbagai macam pilihan kegiatan ekstra-kurikuler.

  • Ekstrakurikuler Seni
Gita Bahana Nusantara Drum Band (GBNDB), Karya Ilmiah Remaja (KIR), Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Paduan Suara (Padus), Teater Taruna Nusantara (Tetanus), Gendang Rampak, Tari dan Karawitan, Band, Tari Modern, Movie Editing
  • Ekstrakurikuler Olahraga
Renang, Tenis, Bulutangkis, Sepak bola, Hockey, Atletik, Basket, Tenis Meja, Voli, Takraw
  • Ekstrakurikuler Bela Diri
Karate, Pencak silat

Selain ekstrakurikuler di atas, dibentuk juga beberapa tim seperti:

  • Tim Dekorasi (bertugas dalam dekorasi event-event besar)
  • Tim Kaplog (bertugas mempersiapkan logistik dalam event-event besar)
  • Tim Prasasti (bertugas menerbitkan majalah intern sekolah)
  • Tim TN Progress (bertugas dalam broadcasting di radio intern sekolah)
  • Tim Sound System (bertugas dalam mempersiapkan perlengkapan sound dalam event-event besar)
  • Tim Kosinus (bertugas dalam pelyanan koperasi intern siswa)
  • Tim Green Life (bertugas dalam pelestarian lingkungan hidup)

Peleton

Selain ekstrakurikuler umum, terdapat juga peleton yang merupakan perwujudan latihan kepemimpinan dalam organisasi. Terdapat 3 peleton di SMA Taruna Nusantara

TONPARA

Peleton Upacara (TONPARA) merupakan peleton yang pertama kali berdiri di SMA Taruna Nusantara. Awalnya bernama Peleton Inti (Tonti). Terdiri dari 25 siswa terpilih dari setiap angkatan. Peleton ini mengerjakan seluruh tugas yang berkaitan dengan upacara umum (upacara bendera hari Senin), upacara khusus (peringatan hari besar atau upacara tradisi), serta Pelatihan Baris Berbaris (PBB) siswa.

PKS

Patroli Keamanan Sekolah (PKS) bertugas mengendalikan keamanan sekolah dan memeriksa kerapihan siswa. Terdiri dari 16 siswa dan 8 siswi terpilih tiap angakatan yang terbagi dalam 8 kode. Apel pengecekan pesiar dan apel pengecekan rutin (biasa dilakukan pada hari Selasa) adalah contoh kegiatan rutin PKS. PKS juga bertugas menjaga ketertiban saat ada kunjungan tamu dari luar SMA Taruna Nusantara.

PATAKA

Pasukan Tanda Kehormatan (PATAKA) adalah pasukan khusus pembawa Lambang SMA Taruna Nusantara. Terdiri dari 9 siswa dan 4 siswi terpilih tiap angkatan. Lambang SMA Taruna Nusantara (dengan berat tiang 18 kg) dibawa dengan khidmat oleh pasukan khusus ini dalam upacara tradisi SMA Taruna Nusantara, yaitu Upacara Pembukaan Pendidikan, Malam Renungan Enam Belas Agustus, Upacara Penutupan Pendidikan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (PDK), Kampanye Dialogis OSIS SMA Taruna Nusantara, dan Upacara Prasetya Alumni.

OSIS dan PK

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Taruna Nusantara adalah organisasi induk bagi siswa. Terdiri atas Pengurus Harian dan 8 Seksi:

  • Seksi I Pembinaan Mental dan Spiritual
  • Seksi IIA Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
  • Seksi IIB Pengembangan Nilai Budaya
  • Seksi IIIA Kemandirian dan Kewiraswastaan
  • Seksi IIIB Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Seksi IIIC Pengembangan Jasmani
  • Seksi IVA Kepemimpinan dan Organisasi
  • Seksi IVB Kehidupan Berasrama

Perwakilan Kelas (PK) adalah organisasi wadah aspirasi siswa dan pengontrol kegiatan OSIS. Terdiri dari Pengurus Harian dan 5 Komisi. Tiap komisi bertugas memantau dan mengevauasi kegiatan seksi OSIS. Komisi 5 merupakan komisi hukum.

Tim Mata Pelajaran

SMA Taruna Nusantara memiliki wadah bagi siswa berprestasi yang ingin mengembangkan pelajaran hingga tingkat mahir dan berkesempatan untuk mengikuti Olimpiade. Wadah tersebut adalah Tim Mata Pelajaran yang merupakan bagian dari Seksi IIIB OSIS. Terdiri dari 8 tim olimpiade dan 3 tim bahasa:

  • Tomat (Tim Olimpiade Matematika)
  • Elephyte (Electromen and Physics Team)
  • Cesium (Chemistry Squad with Incredible and Unbeatable Members)
  • BioHolic (Tim Olimpiade Biologi)
  • TNCC (Taruna Nusantara Computer Club)
  • Astro Gank (Tim Olimpiade Astronomi)
  • TNEC (Taruna Nusantara Economy Club)
  • Granity (Geology Taruna Nusantara Community)(http://granity-team.blogspot.com)
  • Hiperbola (Himpunan Pecinta Sastra dan Bahasa Indonesia dengan Obsesi Piala)
  • TNESC (Taruna Nusantara English Speaking Club)
  • TNT (Taruna Nusantara Ni Hon Go Team)

Kepala Sekolah

  1. Prof. Dr. Tarwotjo, MSc (1990-1994)
  2. Mayjen Bambang Hartoyo; MBA (1994)
  3. Brigjen (Hor) Drs. Sadja Moeljoredjo (1994-1998)
  4. Brigjen Bambang Pradjuritno, SH (1998-2004)
  5. Brigjen Drs. Untung Susoro (2005-2006)
  6. Brigjen Purn Djuwari Sarmyanto ,S.Ip., MSc (sekarang)

Prestasi

Nasional

  • Olimpiade Sains tingkat Nasional September 2007.[1].
    • Dua medali emas untuk biologi dan matematika
    • Empat medali perak untuk matematika dan astronomi
    • Lima medali perunggu untuk kimia, ekonomi, astromi dan komputer
  • Olimpiade Fisika Asia di Pekanbaru. Empat emas diraih Andhika Putra (SMA Sutamo 1 Medan), Ali Sucipto T. (SMA Xaverius 1 Palembang), Machel Adrian (SMA Regina Pacis Bogor), dan Purnawirman (SMAN 1 Pekanbaru). Perak oleh Yongki Utama (SMA Dian Harapan Banten). Perunggu dari Ariyo Prabowo (SMA Taruna Nusantara Magelang) dan Thomas Alfa Edison (SMAN 3 Bandung). Indonesia juga mendapat honorable mention atas nama Chales Bernando dari tim Indonesia A. Syaifullah dan Prasetya Dwi W. dari tim Indonesia B berhasil memperoleh nilai setara honorable mention.[2]

Internasional

  • Olimpiade Fisika di Mongolia.[3]
Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara Magelang
Data Sekolah
Lambangtn-kecil.gif
Berdiri: 14 Juli 1990
Provinsi: Jawa Tengah
Alamat Lengkap: [[Jalan Raya Purworejo Km 5 Magelang
Nomor Telepon/Fax: telepon(0293)364195 fax (0293)364047
Kepala Sekolah: BrigJen(Purn) Djuwari Sarmyanto, S.Ip., MSc
Jumlah Kelas: kelas setiap tingkat X : 9 Kelas XI IPA : 8 Kelas XI IPS : 2 Kelas XII IPA : 8 Kelas XII IPS : 2 Kelas
Program Jurusan: IPA dan IPS
Rentang Kelas: X, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS,
Kurikulum: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jumlah Siswa:
NEM Masuk terendah:
NEM Masuk tertinggi:
NEM Masuk rata-rata:
Status sekolah: Swasta
Website: taruna-nusantara-mgl.sch.id

SMA Negeri 70 Jakarta

SMA Negeri 70 Jakarta adalah SMA negeri yang terletak di Jalan Bulungan Blok C Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Saat ini, SMA Negeri 70 Jakarta berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.

Sejarah

SMA Negeri 70 Jakarta adalah gabungan dua SMA Negeri bertetangga, yaitu SMA Negeri IX dan SMA Negeri XI yang masing-masing berdiri tahun 1959 dan 1960. Kedua sekolah ini bergabung pada 5 Oktober 1981, yang selanjutnya diperingati sebagai hari ulang tahun SMA Negeri 70 Jakarta. Pada saat penggabungan, SMA Negeri 70 Jakarta memiliki 91 kelas yang terdiri dari 4.806 orang siswa, 183 orang guru, 75 orang karyawan, dan 11 orang wakil kepala sekolah.[1]

Kurikulum

SMA Negeri 70 Jakarta menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Prestasi

Prestasi SMA Negeri 70 Jakarta terus meningkat. Prestasi-prestasi tersebut diantaranya:[1]

  • Tahun 1994, menjadi SMAN Plus tingkat Kotamadya Jakarta Selatan
  • Tahun ajaran 2001-2002, membuka Layanan Program Percepatan Belajar (kelas akselerasi)
  • Tahun 2003, menjadi SMAN Plus Tingkat Provinsi DKI Jakarta
  • Tahun ajaran 2003-2004, membuka Layanan Program Sertifikasi Internasional A/AS Level yang mengacu pada University of Cambridge International Examination (kelas internasional)
  • Tahun 2004, menjadi SMAN Plus Standar Nasional
  • Tahun ajaran 2006-2007, ditetapkan sebagai salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)
  • Bulan Januari 2007, menjadi Cambridge International Centre dengan ID 074 yang dapat menyelenggarakan ujian sertifikasi IGCSE dan A/AS Level

Fasilitas

Fasilitas SMA Negeri 70 Jakarta antara lain sebagai berikut:[2]

Kesiswaan

Kegiatan ekstrakurikuler

  • Band 70, bergerak di bidang seni musik band
  • Basket 70, bergerak di bidang olahraga bola basket
  • Bulungan Art Club (BAC) 70, bergerak di bidang seni lukis
  • Bulungan Boxing Camp (BBC) 70, bergerak di bidang olahraga tinju
  • Bulungan Football Club (BFC) 70, bergerak di bidang olahraga sepak bola
  • Bulungan Seventy Volleyball (Bulsev), bergerak di bidang olahraga bola voli
  • Espresso De Ritmo 70, bergerak di bidang seni musik paduan suara
  • Ju-Jitsu Bulungan, bergerak di bidang olahraga jujitsu
  • Karatedo 70, bergerak di bidang olahraga karate
  • Lentera 70, bergerak di bidang jurnalistik
  • Palang Merah Remaja (PMR) 70, bergerak di bidang kesehatan PMR
  • Persada Karya Cipta (PKC) 70, bergerak di bidang seni tari modern (modern dance) dan pemadu sorak
  • Pustaka Dokumentasi (Pusdok) 70, bergerak di bidang fotografi
  • Rohani Islam (Rohis) 70, bergerak di bidang kerohanian agama Islam
  • Rohani Kristen (Rohkris) 70, bergerak di bidang kerohanian agama Kristen dan Katolik
  • Seksi Karya Ilmiah Remaja (SKIR) 70, bergerak di bidang ilmu pengetahuan
  • Sisgahana 70, bergerak di bidang pencinta alam
  • Softball-Baseball 70, bergerak di bidang olahraga sofbol dan bisbol
  • Taekwondo 70, bergerak di bidang olahraga taekwondo
  • Tapak Suci (TS) 70, bergerak di bidang olahraga pencak silat perguruan Tapak Suci
  • Tata Laksana Upacara (TLUP) 70, bergerak di bidang pelaksanaan upacara dan pengibaran bendera (paskibra)
  • Teater 70, bergerak di bidang seni teater
  • Trads 70, bergerak di bidang seni tari tradisional
  • Vocal Group (VG) 70, bergerak di bidang seni musik kelompok vokal (vocal group)

Acara

  • Bulungan Cup (Bulcup)
Bulcup adalah acara rutin SMA Negeri 70 Jakarta yang diadakan sejak tahun 1999 dalam rangka meningkatkan kreativitas dan kemampuan siswa-siswi SMA/SMK dalam bidang olahraga dan seni. Bulcup merupakan ajang kejuaraan olahraga dan seni terbesar yang diiikuti oleh siswa sekolah menengah atas se-Indonesia.
  • Gelar Kreativitas (GK)
GK merupakan acara yang diselenggarakan untuk memperingati hari ulang tahun SMA Negeri 70 Jakarta. Acara ini diselenggarakan setiap tahun, pertama kali pada tahun 1989. Acara yang merupakan pertunjukkan seni yang dilaksanakan 1 hari ini menampilkan ekskul-ekskul seni dan juga penampilan dari bintang tamu. Penampilan yang ditampilkan berupa band, tari-tarian, dan berbagai kegiatan seni lainnya. GK juga merupakan ajang reuni dan temu kangen para alumni SMA Negeri 70 Jakarta.

Siswa dan alumni ternama

SMA Negeri 70 Jakarta
SMA70.jpeg
Informasi
Didirikan 5 Oktober 1981
Jenis Negeri
Kepala Sekolah Drs. Pono Fadlullah, M.Hum
Jumlah kelas 11 kelas setiap tingkat
Program jurusan Ilmu alam dan Ilmu sosial
Rentang kelas X-XII
Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jumlah siswa 1320 siswa (40 siswa per kelas)
Nilai masuk terendah 8.713 (2008)
Nilai masuk tertinggi 9.750 (2008)
Nilai masuk rata-rata 8.990 (2008)
Alamat
Lokasi Jalan Bulungan Blok C No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
Telp./Fax +62-21-7222667 / +62-21-7221343
Situs web www.sman70-jkt.sch.id

Selasa, 23 Maret 2010

SMA Negeri 3 Jakarta

Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Jakarta adalah Sekolah Menengah Atas Negeri yang berada di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sejarah

Pada tahun 1950 sekolah VHC merupakan 2 sekolah. Yang pagi dibawah pimpinan Hr. Bruyn berdomisili di Jl. Diponegoro yang dan diberi nama SMA Istimewa. pada tahun 1951, kepemimpinan SMA Istimewa diserahkan kepada Bp. Ibnu Tadjie dan diberi nama SMA Negeri V ABC. karena Bp. Ibnu Tadjie merangkap sebagai anggota DPRS, maka pimpinan sekolah diserahkan kepada Bapak Benyamin Prawirohatmojo, yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Ben. Beberapa waktu kemudian SMA V ABC dipecah lagi menjadi 2, yang salah satunya adalah SMA II B yang berdomisili di Jl. Batu dan dipimpin oleh Bapak Arjo.

Pada tahun 1954 SMA II B pindah kegedung baru jl. Setiabudi II, yang sebetulnya selesai dibangun pada tahun 1953. Atas prakarsa Inspeksi pusat dan KorpsnGuru SMA II B , sekolah ini kemudian dijadikan model, yang kemudian menjadi contoh bagi SMA-SMA di seluruh Indonesia. karenanya dalam segala hal, sekolah ini mendapat fasilitas dari insfeksi pusat, sehingga dapat mengadakan percobaan dan pratikum sendiri. Sekolah ini akhirnya diberi nama baru yaitu SMA Teladan Bagian B. Teladan bagian C terdapat disurabaya. Pada perkembangannya selanjutnya sekolah ini dikenal dengan nama SMAN 3 Teladan.

Selanjutnya secara berturut-turut sekolah ini dipimpin oleh Bp. Soegijanto, Bp. Tan Kiong Oey, Bp. Jasin Arifin, Bp. J. Alfons, Bp. Joko Soedibjo, Bp. Tommy N.S, Ibu Pratiwi, Bp. Djoko Waliadi, Bp. Rosman Harahap, Bp. N.T. Padidi, Bp. Joelius Joesoep, Bp. Soetopo, Bp. Asrul Chatib, Bp. Tatang Sutarsa, Bp. Sidik Yasin, Bp. Suyitno sampai dengan {ebruari 2007.

Bp. Drs. Suyitno, M.pd. Selanjutnya digantikan oleh Ibu Hj. Wieke Salehani M.Pd. Ibu Wieke Sebelumnya adalah kepala SMAN 71 Jakarta Timur. Sejak kehadirannya Di SMAN 3 Jakarta, ibu Wieke langsung mengadakan pemebenahan dalam berbagi bidang demi kemajuan SMAN 3 ke depan. Itu pula yang telah dilakukan oleh para pendahulunya. SMAN 3 Jakarta masih akan melanjutkan sejarahnya yang panjang. Mudah-mudahan sekolah ini akan terus mengalami kemajuan yang sangat berarti, demi pencapain prestasi dan prestise yang membanggakan.

Ekstrakurikuler

  • Palang Merah Remaja/PMR/UKS
  • Paskibra
  • Pencinta Alam (Sabhawana)
  • Biro Pendidikan/Karya Ilmiah Remaja
  • English Club
  • Deutsch Club
  • Computer Club
  • Science Club
  • Taekwondo
  • Bujutsu
  • Bola Basket
  • Softball/Baseball
  • Sepak Bola/Futsal
  • Bridge
  • Tinju
  • Pencak Silat
  • Capoeira
  • Paduan Suara
  • Teater
  • Seni Rupa
  • Band
  • Modern Dance (Pesona Cipta Teladan)
  • Salsa
  • Marching Band (Gita Teladan)
  • Kerohanian Islam (Rohis)
  • Kerohanian Kristen (Rohkris)
  • D.L.L

Orang terkenal

Fasilitas

  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Biologi
  • Laboratorium Fisika
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratorium MIPA
  • Laboratorium Sosial
  • Laboratorium Bahasa
  • Perpustakaan Teladan '82
  • Mesjid Uswah Affaf SMA 3
  • Kantin Sehat
  • Kantin Kejujuran
  • Koperasi Sekolah
  • Ruang Audio Visual
  • Ruang UKS
  • Ruang B.K
  • Ruang seni rupa
  • Lapangan Olah Raga (6 Jenis)
  • Hot spot area
  • Gazebo
  • Ruang SAS
  • Loker siswa
  • Bis sekolah
  • Kamera CCTV, pendingin ruangan, dan proyektor
  • Tempat parkir kendaraan
  • Ruang fotocopy
  • dan lain-lain.
SMA Negeri 3 Jakarta
Informasi
Kepala Sekolah Wieke Salehani M.Pd.
Jumlah kelas 9 kelas setiap tingkat
Program jurusan IPA dan IPS
Rentang kelas X, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS
Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jumlah siswa 1080 siswa (40 siswa per kelas)
Nilai masuk terendah 8.238 (2009)
Nilai masuk tertinggi 9.475 (2009)
Nilai masuk rata-rata 8.54 (2009)
Alamat
Lokasi Jalan Setiabudi II, Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
Telp./Fax (021) 5254663/5262407

SMA Negeri 3 Semarang

SMA Negeri 3 Semarang adalah sebuah SMA Negeri yang terletak di Jalan Pemuda Nomor 149, Kota Semarang. Dahulu jalan ini dikenal sebagai Jalan Bodjong sehingga SMA 3 Semarang juga dikenal sebagai SMA Bodjong. Sekolah ini berdiri pada tanggal 1 November 1877. Salah satu alumni sekolah ini adalah Sri Mulyani.

Kepala Sekolah

Sejak tahun 1950 sampai sekarang , SMA 3 sudah banyak mengalami pergantian kepala sekolah.

Nama-nama kepala sekolah tersebut antara lain :

  • Kepala SMA A/C
  1. Bapak Mr. FL. Wijono
  • Kepala SMA A
  1. Bapak Mr. FL. Wiyono
  2. Bapak Sardjono
  3. Bapak Maryono
  • Kepala SMA C
  1. Bapak BM. Ichwan
  • Kepala SMA III
  1. Bapak BM. Ichwan
  2. Bapak Moch Joesoef Soediradarsono
  3. Bapak Drs. Arief Moechjidin
  • Kepala SMA IV
  1. Bapak Marjono
  2. Bapak Drs. Soekono
  • Kepala SMA III -IV
  1. Bapak Drs. S. Soewarto Muthalib (1971-1978)
  • Kepala SMA III
  1. Bapak Drs. S. Soewarto Muthalib (1978-1980)
  2. Bapak Soetiman (1980-1989)
  3. Bapak Soerjono Djati, BA (1989-1991)
  4. Bapak M. Sukoco (1991-1995)
  5. Bapak Drs. Rachmat Mardjuki (1995-2000)
  6. Bapak Drs.H.Sardju Maheri, M.Pd (2000- 2005)
  7. Bapak Drs. Soedjono,M.Si (2005- 2009)
  8. Bapak Drs. Hari Waluyo (2009- sekarang)
SMA Negeri 3 Semarang Tampak Depan

Sejarah Singkat

  • 1 November 1877 - H.B.S. (Hogere Burger School)
  • Tahun 1930 - Untuk HBS dan AMS (Algemene Meddelbare School)
  • Tahun 1937 - H.B.S., pindah ke Gedung Baru di Jl. Oei Tiong Ham (sekarang Jl. Menteri Supeno / SMAN 1 Semarang). Gedung ini seluruhnya untuk AMS dan MULO.
  • Tahun 1942 - Zaman Pendudukan Jepang - Digunakan untuk SMT (Sekolah Menengah Tinggi)
  • Tahun 1950 - Zaman Republik, oleh Pemerintah Indonesia, Gedung ini digunakan untuk SMA A/C Semarang.
  • Tahun 1952 - SMA Negeri A/C dipecah menjadi 2 sekolah yang tetap menempati gedung ini sebagai SMA Negeri A Semarang dan SMA Negeri C Semarang
  • Tahun 1962 - SMA Negeri C berubah menjadi SMA 3 Semarang. SMA Negeri A berubah menjadi SMA 4 Semarang dengan tiga jurusan: Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam (Pas-Pal), Sastra Sosial, dan Sastra Budaya.
  • Tahun 1971 - SMAN 3 dan SMAN 4 digabung menjadi satu: SMA III-IV.
  • Tahun 1978 - SMA III-IV dipindah lagi, SMA IV menempati Gedung baru di daerah Banyumanik. SMA III tetap menempati Gedung ini sebagai SMA 3 Semarang


Kurikulum

SMA 3 Semarang merupakan salah satu SMA yang dijadikan percontohan dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), dan kini menjadi salah satu Sekolah Nasional Berstandar Internasional (SNBI). Mulai Tahun 2007 SMA Negeri 3 Semarang telah resmi menjadi Sekolah Berstandar Nasional (SBI)

Fasilitas

Laboratorium Komputer

SMA Negeri 3 Semarang terdapat berbagai fasilitas diantaranya:

  • Ruang kelas yang mencerminkan mata pelajaran. Di setiap ruang kelas terdapat satu set komputer dengan koneksi internet, LCD Proyektor, dan AC
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratiorium Fisika
  • Laboratorium Biologi
  • Laboratorium Komputer yang telah mendukung Intel Core 2 Duo dan layar LCD monitor 15 inchi
  • Laboratorium Bahasa
  • Ruang Kesenian
  • Masjid
  • Kantin
  • Ruang Media
  • Ruang Bimbingan Konseling
  • Hotspot di beberapa titik
  • Cctv yang dipasang di beberapa kelas yang memungkinkan orang tua dapat memantau KBM melalui internet
  • Perpustakaan yang dilengkapi dengan komputer dan fasilitas perpustakaan online
  • Aula
  • Lapangan olahraga
  • UKS yang dilengkapi dengan dokter yang sudah siaga
  • WC yang memadai

Kultur Sekolah

Mulai awal tahun ajaran baru 2009/2010 pada tanggal 13 Juli 2009, SMA 3 Semarang memberlakukan sistem moving class [2] dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Sistem ini diberlakukan menurut surat dari Dirjen Pendidikan SMA dan Sederajat yang menjelaskan bahwa sekolah yang sudah lulus predikat akreditasi yang baik dan menyandang status SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) dalam KBM, maka harus melakukan sistem moving class. Kepala SMA 3 Semarang (saat itu), Bapak Drs. Soedjono, M.Si saat upacara bendera hari Senin tanggal 13 Juli mengatakan jika moving class itu diberlakukan agar para siswa harus aktif mencari guru pengampu mata pelajaran. Jadi, para siswa sudah tidak mempunyai “basecamp” sehingga bapak atau ibu gurulah yang kini “pemilik” kelas.

Pak Jono juga menambahkan, setiap satu jam pelajaran, diberi waku yang lamanya 45 menit. Jika sudah selesai, nanti akan dikumandangkan “lagu pengiring” dari speaker TOA, yang berwujud lagu-lagu perjuangan, seperti Garuda Pancasila, Satu Nusa Satu Bangsa, Bagimu Negeri, dan sebagainya. Yang lebih menggemberakan, tidak ketinggalan "MARS SMA 3 SEMARANG" juga diputar saat pergantian jam pelajaran. Sejak diberlakukannya sistem moving class, seluruh ruang kelas yang ada di SMA 3 Semarang digunakan dengan maksimal dalam KBM. Sekolah juga menyediakan ruang kelas khusus yang disebut multi classes untuk berjaga-jaga jika ada kelas yang jam pelajarannya bertubrukan dengan kelas lainnya.

Selain sistem moving class, mulai tahun ajaran 2009/2010 juga diberlakukan sistem 5 hari pembelajaran. Pada hari Senin hingga Jum'at itulah kegiatan KBM dioptimalkan sehingga para siswa dapat berkonsentrasi penuh dalam KBM dan pada hari Sabtunya khusus digunakan untuk kegiatan pengembangan diri (ekstrakurikuler) yang digunakan siswa dalam mengapresiasikan dan mengembangkan bakat non-akademiknya .

Ekstrakurikuler

FDI (Forum Diskusi Ilmiah)

FDI (Forum Diskusi Ilmiah) merupakan organisasi yang melatih ketrampilan berbicara secara santun, kritis, dan cerdas. FDI didirikan pada tanggal 1 Februari 1990, awalnya sebagai kegiatan non-ekstrakurikuler. namun, seiring perkembangan waktu dan minat siswa pada organisasi ini, kemudian dijadikan kegiatan ekstrakurikuler pada tahun 1995. kegiatan FDI konteksnya sangat luas, mulai dari berlatih untuk mengasah kemampuan verbal meliputi diskusi, adu argumen, opini lisan, diskusi panel, debat parlemen, dan sebagainya mengenai isu-isu penting yang sedang berkembang saat ini, dan tidak hanya terbatas pada satu hal. selain berlatih untuk berbicara, kegiatan untuk menyambung silaturahmi antar anggotanya juga ada, seperti

Pecinta Alam

GAPUTA (Ganecha Putra Tama)adalah organisasi pencinta alam di SMA 3 Semarang,juga organisasi pencinta alam SMA yang paling tua di Semarang. Sejarah Awalnya merupakan kumpul-kumpul anak-anak SMA 3 Semarang yang suka naik gunung,yang kemudian membentuk KMPA (kelompok Muda Pencinta Alam) berdiri pada tanggal 19 Agustus 1982. Kegiatan KMPA saat itu berupa latihan fisik menjelang kegiatan pendakian, dilaksanakan sore hari.Setiap anggota memiliki nama sandi dan nomer urut dengan didahului SS (diambil dari Sindoro-Sumbing) karena dulu dilakukan tradisi pendakian Sindoro-Sumbing sebagai bagian dari pelantikan anggota.

Dengan bertambahnya anggota, timbul keinginan untuk menjadi organisasi pencinta alam resmi di SMA 3.Kendala yang dihadapi saat itu adalah sulitnya masuk menjadi organisasi di SMA negeri 3 semarang, oleh karena Kepala Sekolah saat itu Bpk. Soetiman beranggapan pecinta alam adalah kegiatan hura-hura. Untuk mengubah anggapan tersebut KMPA selanjutnya menyusun AD dan ART, dan mengusulkan BOPALA (Bojong Pencinta Alam)sebagai nama organisasi. Setelah melalui revisi beberapa kali (sekitar 1 tahun) akhirnya Bpk.Soetiman memberi lampu hijau dengan syarat ditambahkan kegiatan SAR agar lebih dari pencinta alam biasanya.

Pada 1 April 1984 dalam suatu upacara kecil Bpk. Soetiman meresmikan organisasi ini menjadi kegiatan ekstrakulikuler dengan nama Ganecha Putra Tama pencinta alam SAR (Gaputa SAR). Sebagian besar anggota KMPA saat itu telah lulus.

Keanggotaan Gaputa berlaku seumur hidup sehingga dalam setiap kegiatan mereka masih dapat dijumpai alumni dari berbagai usia yang datang bergabung. Setiap tahunnya diadakan tradisi rutin berupa malam keakraban yang mengundang alumni dari semua angkatan untuk berkumpul bersama melepas kerinduan. Persaudaraan adalah salah satu kelebihan yang menonjol dari organisasi ini dibandingkan organisasi lainnya.

PKS

Salah satu ekstrakurikuler di sekolah ini ialah PKS SMA 3 atau nama ganeshanya adalah Ganesha Bhakti Satya Semarang, sebuah organisasi kesiswaan. Mempunyai semboyan "Aron Simegah Nan Tapati Di Dada Satrya Pinandhita Dari Bumi Ganesha". Makna dari semboyan tersebut adalah "persatuan yang kuat yang terpatri di dada ksatria dari bumi ganesha". Nama lain PKS SMA 3 Semarang dalam bahasa Sansekerta adalah Ganesha Bhakti Satrya. PKS SMA 3 Semarang mempunyai berbagai kegiatan tetap ataupun kegiatan insidentil: latihan rutin Selasa dan Sabtu sore, Demo 1 November yang juga diikuti oleh Paskibar, Pramuka dan PMR, dan pelantikan di bantir. PKS merupakan sebuah organisasi yang bertugas di bidang keamanan sekolah. Beberapa tugas PKS yaitu : Tugas Jalan setiap pulang sekolah, Patroli Keliling Sekolah setiap upacara, dan sebagainya.

PMR SMA 3 Semarang

Adalah salah satu organisasi terbesar di SMA3 yang bergerak diBidang kemanusiaan.organisasi ini tidak hanya mengutamakan materi tentang kemanusiaan akan tetapi juga tentang keorganisasian , pendidikan remaja,dan lain- lain. kegiatan yang berdiri sejak 1 maret 1987 ini mengelar latihan setiap hari senin dan kamis. PMR SMA 3 Semarang, sekarang memasuki angkatan ke 21, slogannya adalah "Ganesha Pramoedha Branita Sandhini" dan "Korsa"

Pramuka

Korps Soeringgit adalah nama ambalan yang berpangkalan di SMA Negeri 3 Semarang. Nama Soeringgit ini diambil dari nama pencetus gerakan pramuka pertama pada SMA 3 Semarang ini, sedangkan 149 diambilkan dari nomor jalan lokasi sekolah ini berada, yaitu jl. Pemuda no. 149 Semarang.KS 149 berulang tahun setiap tanggal 14 April.

sebagai hasilnya, kita pertama kali ikut perlombaan pramuka, berhasil menyabet Juara 1 Linal yang diadakan di UNTAG semarang, kemudian disusul dengan berbai lomba-lomba yang lain.

KS 149 mempunyai beberapa adat yang unik. Antara lain makanan adat sampai yang lain. Beberapa keunikan tersebut telah mendarah daging di Korps ini. Memang, Korps ini telah mengalami masa pasang surut dari tahun ke tahun, mulai dari sebelum KS 149 ini berdiri sampai saat ini. Semua itu adalah dinamika berfikir Siswa SMA yang memang dituntut untuk berfikir maju ke depan. Itulah salah satu ciri dari Pramuka di SMA 3 Semarang dibanding dengan Pramuka lain yang ada di Semarang, Jawa Tengah pada khususnya dan Bumi Pertiwi ini pada umumnya. Semua itu tidak lepas dari jasa bapak Soeringgit yang mendirikan Ambalan ini dari awal.

PASKIBAR

PASKIBAR adalah sebutan untuk Pasukan Pengibar Bendera SMA 3 Semarang.

Pasukan Pengibar Bendera SMA Negeri 3 Semarang, lahir pada 24 Januari 1974, Sekretariat PASKIBAR bertempat di Jl. Pemuda No 149 Semarang - Jawa Tengah,INDONESIA. Keanggotaan PASKIBAR adalah 30 Personel (15 putra - 15 putri). Di SMA 3 Semarang tugas utama dari PASKIBAR adalah sebagai Pasukan pelaksana tugas upacara bendera, dengan spesifikasi yang lebih jelas, yaitu sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikulaer organisasi ini membuka kesempatan bagi siswa SMU Negeri 3 Semarang untuk dilatih dan dididik guna memenuhi kriteria bagi seorang anggota PASKIBAR dalam menjalankan tugas utamanya.

Sebelumnya keberadaan PASKIBAR adalah menjadi satu dengan PKS, sehingga pada saat itu, anggota PASKIBAR selain menjalankan tugas-tugas seorang PASKIBAR juga merangkap menjadi anggota PKS. Kemudian seiring berjalannya waktu keduanya dipisahkan.Pada awal keberadaannya, PASKIBAR belum menggunakan mekanisme seleksi.

Seluruh anggota PASKIBAR semula adalah siswa-siswi yang dengan sukarela mengabdikan dirinya menjadi PASKIBAR. Kemudian menurut arsip yang ada, pada tahun 1990 mulai dilakukan seleksi terhadap para pracalon (siswa kelas 1) PASKIBAR periode 1990/1991. Seleksi ini memilih anggota sebanyak 30 orang, dengan proporsi berimbang untuk anggota putra dan putri. Pada beberapa periode tertentu, seperti pada seleksi PASKIBAR periode 1995/1996 serta periode 1997/1998, karena kerasnya dan ketatnya proses latihan dan seleksi, hanya 24 orang pracalon PASKIBAR yang memenuhi syarat menjadi anggota PASKIBAR. Dalam perjalanan sejarahnya hingga saat ini, PASKIBAR lebih mementingkan kualitas anggotanya (yang meliputi kekompakan, inisiatif, kepemimpinan, kemampuan organisasi dan ketahanan fisik dan mental) daripada kuantitas.

Dalam tradisinya, setiap angkatan dalam PASKIBAR memiliki nama angkatan masing-masing, yang diambil dari Bahasa Sanskerta atau Jawa Kuno atau Kawi. Nama setiap angkatan yang baru diberikan oleh seniornya pada saat angkatan baru telah melampaui tahap seleksi. Nama ini merupakan harapan atau cita-cita dari kakak seniornya yang membentuk angkatan baru tersebut. Kata "Ganesha" yang berarti siswa-siswi SMA Negeri 3 Semarang, selalu mengawali nama setiap angkatan. Berikut ini adalah nama-nama angkatan yang tercatat sejak PASKIBAR periode 1995/1996 hingga periode 2009/2010.

1995/1996 : Ganesha Pratama Mudha Sang Parimita(Putra-putri SMA Negeri 3 Semarang yang menjadi pemimpin, bersemangat dan berjiwa muda, serta bijaksana)

1996/1997 : Ganesha Pratama Amudra Sang Purusottama (Putra-putri SMA Negeri 3 Semarang yang menjadi pemimpin, berjiwa besar, dan berjiwa utama)

1997/1998 : Ganesha Prasiddha Acchedya Sang Adwitiya (Putra-putri SMA Negeri 3 Semarang yang tidak terkalahkan, tidak akan terpecah belah, dan tiada duanya)

1998/1999 : Ganesha Paramasatya Atwayatmaka Sang Priyahita (Putra-putri SMA Negeri 3 Semarang selalu yang bersemangat dan setia, bersatu dengan Yang Esa, serta menjadi manusia yang baik dan berguna)

1999/2000 : Ganesha Parardhya Dharmmika Sang Aryaguna (Putra-putri SMA Negeri 3 Semarang yang paling unggul, cinta keadilan, tugas dan kebajikan)

2000/2001 : Ganesha Paramarthasajjana Nityasewaka Sang Adipurusa (Putra-putri SMA Negeri 3 Semarang yang benar-benar budiman, senantiasa berbakti, serta berjiwa besar)

2001/2002 : Ganesha Paramanandhana Acchedhyabedya Sang Wyawasa (Putra-putri SMA Negeri 3 Semarang yang tangguh, selalu bersatu dan tak akan terpecahkan serta senantiasa tabah dan tawakal)

2002/2003 : Ganesha Parasparopakara Sarwwatatwadhika Sang Dhairyya (Putra-putri SMA 3 Semarang yang saling tolong-menolong, unggul dalam setiap ilmu yang benar dan memiliki ketetapan hati)

2003/2004 : Ganesha Paramarthatatwa Awibhaga Sang Satyabhakti

2004/2005 : Ganesha Paramasatyawacana Mahatma Sang Athidira

2005/2006 : Ganesha Paramagarjjita Anantawikrama Sang Dharmaparayana

2006/2007 : Ganesha Paramarddhika Dharmasatya Sang Sarwabhaswara (putera-puteri SMAN 3 Semarang yang memiliki keunggulan, setia pada kewajiban, serta cemerlang dalam segala hal)

2007/2008 : Ganesha Paramarthasatya Sakalaguna Sang Adiwirabasha (siswa-siswi SMAN 3 Semarang yang memiliki kebenaran yang tertinggi, unggul dalam segala keterampilan, serta menjadi pahlawan yang besar dan hebat)

2008/2009 : Ganesha Paramadharmahayodha Purusadikara Sang Alangghya (siswa siswi SMAN 3 Semarang yang memiliki jasa tertinggi, menjadi pahlawan besar dan pemimpin sesama serta tak ada bandingnya)

2009/2010 : Ganesha Paramarthatattwa Arisatya Sang Majagralagawa (siswa-siswi SMAN 3 Semarang yang memiliki pengetahuan tentang kebenaran yang tinggi jujur dan adil, serta menyampaikan bakti)

2010/2011 : Ganesha Paramabodhimargga Wiraganayodha Sang Aryawirya (siswa-siswi SMAN 3 Semarang yang berjalan menuju hakekat tertinggi menjadi kumpulan pahlawan yang berani senantiasa rendah hati dan bijaksana)

Selama beberapa tahun SMA 3 mengirimkan salah seorang siswanya yang terpilih untuk mewakili propinsi Jawa Tengah sebagai PASKIBRAKA Nasional di Istana merdeka. Pada tahun 1980 yang terpilih adalah Wistiani (lulus 1981 satu angkatan dg Sri Mulyani) dan tahun 1981 adalah Bonita(lulus 1982). Tahun 2009 ini SMA 3 berhasil mengirimkan seorang PASKIBRAKA tingkat provinsi Jawa Tengah dan 2 tingkat kota

Acara Tahunan

  • Perayaan Hari Jadi SMA 3 Semarang setiap tanggal 1 November
  • Kemah bakti GPLB
  • Live In (kelas X)
  • Widya Wisata ke Bali (kelas XI)
  • Social Care (kelas XII)
  • Pentas Seni SMA 3 (PENSAGA)

Makanan Khas

SMA 3 mempunyai satu makanan khas yang disebut dengan badak sambel. Sebuah makanan yang terdiri dari bakwan goreng yang dipotong-potong kemudian disiram saus kacang seperti yang digunakan dalam pecel. Makanan unik ini menjadi kudapan setiap harinya bagi siswa SMA 3 yang terdapat di kantin sekolah. Makanan ini pula yang paling dicari oleh para alumni yang datang berkunjung ke sekolah atau dalam pesta-pesta reuni SMA 3 Semarang.


lambang sma 3 semarang

Pendirian 1 November 1877
Visi Menjadi Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional Terbaik di Indonesia dengan Mengutamakan Mutu dan Kepribadian yang berpijak pada Budaya Bangsa
Misi Mengembangkan Potensi Peserta Didik untuk Meraih Hidup Sukses, Produktif, dan Berahlak Mulia dengan Pembelajaran yang Interaktif, Inspiratif, Kreatif Inovatif dan Menyenangkan
Nilai Inti
  1. Religius
  2. Jujur dan Integritas
  3. Fokus kepada Pelanggan
  4. Kompeten, Ramah, Menyenangkan
  5. Kreatif dan Inovatif
  6. Pembelajaran Berkesinambungan
Tipe Sekolah Negeri, Campuran,
US Grade Equivalent Grade 10-12
Kepala Sekolah Bapak Drs. Hari Waluyo
Lokasi Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Jumlah Siswa 520 orang/tahun
Jumlah Kelas
  • 14 Kelas X (12 kelas Reguler, 1 kelas Olimpiade, 1 kelas Akselerasi)
  • 14 Kelas XI (11 kelas Ilmu Alam [termasuk kelas Olimpiade], 2 kelas Ilmu Sosial, 1 kelas Akselerasi)
  • 14 Kelas XII (12 kelas Ilmu Alam, 3 kelas Ilmu Sosial)
Ukuran kelas 40 siswa
Sertifikasi ISO 9001:2000 [1]
Homepage www.sman3-smg.sch.id